Advertisement

Obat Alami K-Muricata

Thursday, January 4, 2018

author photo

Siapa yang tidak suka dengan buah stroberi? Ada baiknya mulai sekarang membiasakan mengkonsumsi buah tersebut. Hal ini seperti diberitakan dari hasil penelitian USDA (United State Department of Agriculture) menunjukkan kandungan yang terdapat dalam buah stroberi dapat mencegah penyakit kanker payudara dan kanker leher rahim. Buah berbentuk hati ini juga membantu menekan terjadinya risiko serangan jantung. Stroberi juga sama baiknya apabila dikonsumsi saat masih segar atau sudah menjadi produk olahan.

Coba simak data USDA ini. Setiap tahun kanker merenggut nyawa 7 juta manusia di seluruh dunia. Di Amerika Serikat pasien penderita kanker bertambah 1 juta orang per tahun. Penyakit kanker yang diakibatkan pertumbuhan sel tidak normal, secara cepat, dan tidak terkendali itu memang momok buat semua orang.

Nah, stroberi dipercaya mereduksi serangan kanker. Itu merujuk laporan California Strawberry Commission yang dikenal sebagai kampanye “5 a Day”. Konsumsi 5 jenis buah dan sayuran setiap hari menekan risiko serangan jantung dan kanker hingga 20%. Itu karena kedua bahan pangan tersebut mengandung asam folik alias vitamin B larut dalam air. Dalam komposisi makanan ia kerap disebut folat.

Hal serupa dirilis dalam laporan Food, Nutrition, and the Prevention of Cancer: A Global Perspective terbitan American Institute for Cancer Research pada tahun 1997. Stroberi memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi di antara 12 buah yang diteliti. Itu karena kandungan quercetin, ellagic acid, antosianin, dan kaempferol.

“Pada dasarnya semua buah baik bagi kesehatan karena kandungan zat antioksidan,” tutur Dr Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Bogor. Antioksidan ibarat bodyguard pelindung tubuh dari radikal bebas, termasuk di antaranya sel kanker. Ia mencegah terbentuknya senyawa karsinogen, mengeblok proses karsinogensis, dan menekan pertumbuhan tumor.

Fungsi antioksidan stroberi turut disumbang kandungan vitamin C yang tinggi-sekitar 56,7% mg per 100 g. Delapan buah berukuran sedang mencukupi 160%  kebutuhan vitamin C per hari berdasar standar Amerika Serikat. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang sebutir jeruk. Menurut The Iowa Women’s Health Study asupan vitamin C mereduksi risiko kanker hingga 37%.

Oleh karena itu, tak berlebihan para peneliti dari USDA, Clemson University, dan Medical University of South Carolina menguji kemampuan stroberi sebagai antikanker, terutama kanker payudara dan leher rahim. Hasilnya, varietas Carlsbad efektif menghambat aktivitas sel kanker leher rahim.

Varietas sweet Charlie, kanker payudara. Antosianin pada varietas itu dalam bentuk ekstrak maupun jus segar merupakan senyawa antimutagenik. Ia mencegah sel tubuh yang sedang berkembang bermutasi menjadi sel kanker.

Baca :  

Menurut penelitian Harvard Nurses’Health Study (NHS), perempuan yang meneguk sedikitnya 15 g alcohol per hari berisiko terkena kanker payudara. Namun, jika kebiasaan itu dibarengi dengan asupan folat 600 g per hari risiko terkena kanker berkurang. Delapan buah stroberi berukuran sedang setara 80 g memenuhi 20% kebutuhan asam folik tubuh per hari berdasar standar Amerika Serikat.

Studi itu juga meneliti keampuhan asam folik menekan risiko kanker usus pada wanita usia 55-69 tahun. Memang efek folat baru diketahui 15 tahun kemudian. Toh, itu tidak sia-sia. Terbukti risiko kanker usus lebih rendah 75% pada mereka yang mengkonsumsi daripada tidak sama sekali.

Buah berbentuk hati itupun mencegah jantung koroner dan menekan tekanan darah tinggi, mengatasi masalah pencernaan, hati, rematik, radang sendi, dan encok. Sekitar 1-2 tahun silam, pekerja kebun di Lembang, Bandung, kewalahan memenuhi permintaan stroberi dari perorangan maupun pengelola kafe. Pasalnya, beredar kabar ia bagus untuk mengatasi asam urat.

Sayang,di tanah air belum ada bukti empiris khasiat stroberi. Beberapa pakar kesehatan yang saya hubungi menyebutkan buah subtropis itu belum menjadi prioritas karena penggunaan masih terbatas.

Namun, tak ada salahnya kalau Anda mulai mengkonsumsi si merah menyala itu. Tak melulu buah, daun, biji, dan kulit batang juga bisa diolah jadi teh herbal.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Healthhaphope